SI PENJUAL KORAN

“Koran..koran…” teriak seorang anak yang berumur sekitar 13 tahun. Anak itu bertubuh kurus dan ceking. Sebentar-sebentar dia berhenti sambil mengusap keringatnya yang bercucuran.

“Huh, hari ini pun koranku tidak banyak laku. Kalau begini terus untuk makan sehari-haripun rasanya sulit.” Katanya dengan tak bersemangat.

Anak yang bertubuh kurus itu bernama Toni. Ia hidup dengan menjual koran. Orang tuanya meninggal ketika ia masih berumur 8 tahun. Continue reading

Advertisements

LOVE AT FIRST SIGHT

Bruk…! Aku menabrak seorang laki-laki. Tingginya mungkin cuma lebih 5 cm dariku, tapi dia terlihat cool dan keren. Mataku tak bisa lepas dari senyumannya. Oh…sungguh menawan hingga membuatku tak berhenti memandangnya. Ya Tuhan…mengapa kau ciptakan laki-laki setampan dia. Laki-laki yang pertama kali membuat jantungku berdetak begitu cepat. Aku tak tahu siapa namanya, maklum aku disini hanya murid baru. Aku mencoba melihat label namanya, tapi terhalang oleh tasnya.

“Kamu gg apa-apa kan?”, tanyanya. Kata-kata itu membuatku tersadar akan lamunanku. Continue reading

KARENA KITA BERBEDA (versi percakapan)

Waktu sudah menunjukkan pukul 08.00 WITA, tapi dia belum juga muncul disini. Padahal sedari tadi aku sudah menunggunya. Kini aku mulai ragu dia akan datang ke toko ini. Jika benar begitu, alangkah malangnya diriku sebab aku sudah ingin bertemu dengannya sejak pertemuan kemarin. Ketika sedang memikirkan dia, tiba-tiba pintu toko terbuka dan dia masuk ke dalam dengan tubuh kehujanan. Ya, lelaki tampan itu adalah orang yang kutunggu-tunggu. Rio..begitu nama panggilannya. Dia adalah anak dari pemilik toko ini. Lelaki yang sangat tampan dan cerdas kupikir. Setiap hari dia datang ke toko ini dan membantu pekerjaan ibunya. Hari inipun dia melakukan hal yang sama. Continue reading

MOTIVATOR RAHASIAKU

Lily, begitu sapaan akrabku. Tak ada satu pun orang yang tak mengenal aku. Aku cantik, smart dan bertanggung jawab. Selain itu kepintaranku dalam memikat hati membuat teman-teman dan guru menjadi sayang padaku. Modeling, Fotography, dan Dance sudah pernah aku jalani. Jabatan sebagai Ketua Osis pun pernah kuraih. Tak ada sedikit cela di hidupku. Hampir semua orang bilang kalau hidupku sangat sempurna. Semua pujian itu membuat aku tumbuh menjadi gadis yang sombong dan egois. Tak pernah sekalipun aku mendengarkan temanku, aku hanya percaya pada diriku sendiri. Karena aku tahu dengan pasti, aku pasti benar. Continue reading

JANJIKU PADAMU

Kulirik sekali lagi handphone yang sedari tadi menemaniku. Sudah hampir setengah jam berlalu, namun tak sekalipun ku dengar handphoneku berbunyi. Aku tak ingin terlalu memikirkannya, namun perasaan ini seakan tak mau searah dengan jalan pikiranku. Aku terus memutar otak dan berusaha menjauhkan pikiran negative.

“Ayo..ayo..positive thinking Sarah..Lelaki itu masih mencintaimu,” ujarku di dalam hati.

Aku masih tak mengerti mengapa jariku tak berhenti bergerak. Terus mengetuk meja yang sudah lama usang itu.

Ke kanan..ke kiri.. Continue reading

KARENA KITA BERBEDA

Sudah 5 menit aku berdiri disini. Sejenak kupandangi baju-baju keluaran terbaru yang dipajang di berbagai sudut etalase. Tampak mewah dan elegant. Semuanya indah dan menawan. Sesekali ku lirik pintu masuk, sampai detik ini pun belum ada orang yang datang, padahal jam sudah menunjukkan pukul 10.00 WITA. Aku tetap bersabar dan menunggu, berharap lelaki tampan yang kemarin datang lagi. 5 menit…10 menit…15 menit…dan akhirnya pintu terbuka. Seseorang yang tampak berkelas memasuki toko. Continue reading