SITTI NURBAYA

Judul                     :  Sitti Nurbaya (Kasih Tak Sampai)

Penulis                  :  Marah Rusli

Penerbit                 :  Balai Pustaka

Cetakan                 :  2002

Tebal halaman        :  271 halaman

Tokoh                    : Sitti Nurbaya, Samsulbahri, Datuk Maringgih, Baginda Sulaiman, Sutan Mahmud, Sitti Maryam, Sitti Alimah, Pak Ali, Arifin, Bakhtiar.

Sinopsis :

Dua orang anak muda tampak bernaung di bawah pohon sekitar pukul satu siang. Mereka adalah Sitti Nurbaya dan Samsulbahri. Anak laki-laki yang sering dipanggil Sam oleh teman-temannya adalah anak Sutan Mahmud Syah, Penghulu di Padang dan temannya yang dipanggil Nur adalah anak Baginda Sulaiman, seorang saudagar kaya di Padang. Mereka berteman sudah sejak lama. Mereka selalu bersama-sama. Hingga suatu hari, Samsulbahri harus berangkat ke Jakarta untuk melanjukan sekolahnya. Sebelum berangkat Samsulbahri menyatakan cintanya pada Sitti Nurbaya. Dan ternyata perasaan itu terbalas. Sungguh berat rasanya bagi mereka karena harus berpisah. Besoknya Samsulbahri dan teman-temannya, Arifin dan Bakhtiar berangkat untuk melanjutkan sekolah ke Sekolah Dokter Jawa dan Sekolah Opseter di Jakarta. Continue reading

Advertisements

Asap Dupa dari Pulau Dewata (Gugurnya Gusti Ketut Jelantik)

Judul Buku               :  Seri Cerita Sejarah : Asap Dupa dari Pulau Dewata (Gugurnya Gusti Ketut Jelantik)

Penulis                    :  T.Nooriyah

Penerbit                  :  PT Sarana Panca Karya Nusa, Bandung

Cetakan                  :  II, April 2003

Jumlah halaman      :  46 halaman

Sinopsis :

Di tahun 1841, seorang Raja Buleleng  tampak duduk di singgasananya dengan wajahnya yang suram. Ia sedang terpekur, memikirkan sesuatu yang mungkin akan segera menjadi kenyataan. Di hadapannya duduk patihnya yang terkenal, Gusti Ktut Jelantik.  Seorang patih yang bijaksana.  Dengannya lah, Raja mengadu. Tak lama kemudian patih pun bertanya apa yang menjadi pikiran dari Raja. Ternyata asal mula dari kerisauan Raja adalah pikirannya tentang kehancuran Kerajaan Buleleng karena mendapat penindasan bangsa asing. Apalagi Kerajaan Badung, Karangasem, Klungkung, Continue reading