teruntuk sebuah penantian

seiring waktu yang kian kelam

aku terpuruk dalam sebuah khayalan

dalam sebuah nista yangku rasakan

dan seiring gundah dulana

 

seiring keputus asaan datang

aku bangun dalam keterpurukan

namun aku jatuh dan selalu jatuh

mencari sesuatu yang pasti

 

aku menunggu sebuah harapan

dari iringan mimpi yang bergejolak

layak sebuah harapan yang ingin sampai

untuk mngharap sebuah penantian

 

seiring kebosanan telah datang

aku mencoba menghibur tanpa nada

dengan hati yang gundah

aku coba bangun dengan senyuman

 

kini harapan dan penantian

untuk sebuah kesadaran dalam hati

merangkak agar aku tersadar

bahwa hidup ini adalah sandiwara

 

oleh Phiki Phiki Vengeance pada 7 Juni 2011 pukul 20:59

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s