SANG PECINTA

hatiku bukanlah pualam

dan bukan pula batu karang

di pinggir pantai

yang tahan di hempas ombak

maupun badai

tanpa berbuat apa-apa

sekalipun karang itu akan pecah

namun. . . .

ia tetap bertahan dan diam

tapi sebaliknya

hati adalah segumpal darah merah

yang membeku

yang mempunyai naluri dan perasaan

yang takmampu menerima kedustaan

tapi. . . .

ingin lepas dari belenggu kepalsuan

ingin bertindak,ingin meronta

apa isi hati mu

tak seorang pun yang kan tau

hanya TUHAN yang kuasa

namun apa daya

que hanya seorang pencinta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s